Tampilkan postingan dengan label MURTHADHA MUTHAHHARI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MURTHADHA MUTHAHHARI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

Pemikiran Murtadha Muthahhari tentang Sinergitas antara Spiritual, Teologi dan Filsafat.

Spiritual (yang selanjutnya disebut ‘irfan) adalah kecenderungan dalam menguak rahasia dan mengenal pengetahuan-pengetahuan bathiniah melalui keyakinan terhadap wilayah dan ajaran-ajaran Ahlul Bayt. Pengertian dan ciri-ciri seperti ini secara umum

KARYA-KARYA ILMIAH MURTADHA MUTHAHHARI

Pemikiran-pemikiran Muthahhari tampaknya menonjolkan wawasan tentang masa depan bagi pembinaan peradaban Islam, sekaligus kesadaran kuat dan concern mendalam, akan kebutuhan-kebutuhan kaum muslimin dan cara mencapainya. Hasil pikiran-pikirannya  bersifat strategis. Pikirannya hampir mencakup seluruh bidang pemikiran yang relevan dengan kebutuhan umat Islam. Pada peringkat filosofis dan jangka panjang mengarah pada perumusan pandangan dunia (world view atau weltanschauung) Islami. Salah satu metode yang tepat untuk memahaminya, ialah dengan membaca karya-karyanya, yang sebagian besar telah di terjemahkan kedalam bahasa Arab dan Indonesia. Selanjutnya akan dikemukakan lampiran karya-karya Muthahhari antaran lain;

RIWAYAT HIDUP MURTADHA MUTHAHHARI

Ayatullah Murtadha Muthahhari, dilahirkan pada 2 Februari 1920/1338 di Fariman, dekat Masyhad, pusat belajar dan ziarah kaum Muslim Syiah yang besar di Iran Timur. Ayahnya, Muhammad Husein Muthahhari, adalah ulama cukup terkemuka.[1] Sejak menjadi

MURTADHA MUTHAHHARI

Tuhan menciptakan manusia sebangsa binatang, di mana manusia memiliki banyak persamaan dengan binatang lainnya. Namun pada saat yang sama manusia memiliki banyak ciri yang membedakan dirinya dengan binatang lainnya,[1] salah satu di antaranya yaitu

PENULIS BUKU KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA

H. HAMZAH HARUN AL-RASYID. Lahir 30 juli 1962. Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) ini memperoleh gelar: • Sarjana Muda (BA) 1987,...