Laman

Penutup


Penelusuran secara detail terhadap realitas fiqhi Islam di zaman rasul, sahabat maupun imam-imam besar dalam sejarah Islam, ternyata menunjukkan kekayaan khazanah bagi fiqhi “Moderasi Islam”, baik pada level konsep atau penerapan. Istilah substansialisai, kontekstualisasi dan Rasionalisasi teks atau hukum
memang belum eksis pada saat awal-awal Islam, tetapi secara de Fakto istilah-istilah itu membumi pada fatwa-fatwa Nabi, Sahabat dan Tabiin apalagi imam-imam besar. Karena itulah, menurut pandangan penulis sangat tidak beralasan untuk menolak term-term ini hanya karena tidak pernah hadir dalam lintas sejarah salaf. Dalam Islam, istilah atau term tidak terlalu dipersoalkan bila muatan yang dikandungya adalah sesuatu yang benar. Salah satu kaedah yang sangat populer dan mempengaruhi kebijakan-kebijakan fiqhi ulama kita adalah al-‘Ibratu bil Maqasidi wal Maani Wa laisa al-Alfaadz Wa al-Mabani. Dengan demikian, untuk membuat paradigma moderat Islam mampu mendominasi diskursus keislaman ke depan, maka tidak ada solusi kecuali melakukan mainstreaming bagi konsep-konsep produktif dan progresif semacam yang dikemukakan dalam makalah ini. Wallahu a’lam bi al-Sawab.
DAFTAR PUSTAKA
1.     Muhammad Mustafa Shalabi, Ta’lil al-Ahkam, Dar al-Nahdah al-Arabiyyah, Kairo.
2.     Yusuf al-Qaradhawi, Kalimaat fi al-Wasatiyyah al-Islamiyyah wa Ma’alimuha, Kuwait: al-Markaz al-Alami Lilwasatiyyah, thn 2007
3.     ---------------------------, Dirasah fi Fiqhi Maqasid al-Syariah, Dar al-Syuruq, Kairo, 2007
4.     Ahmad al-Raisuni dan Muhammad Jamal Barut, al-Ijtihad: al-Nash, al-Waqi, al-Mashlahah, Dar al-Fikr, Dimasyq, 2000.
5.     Yahya Muhammad, Jadaliyyat al-Khitab wa al-Waqi’, , Cet. Muassasah Al-Intisya>r al-'Arabi, Beirut, Cet. I, 2002.
6.    Ibn al-Qayyim, I’laam al-Muwaqqi’in,  Dar –Aljil, Beirut, thn 1973.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar