Laman

LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN

Lembaga pendidikan Islam, adalah lembaga pendidikan yang lahir di tengah-tengah masyarakat Islam, dimana pencetus pengelolaannya pada umumnya adalah organisasi-organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan lain-lain.

TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA

Ajaran Islam memperkenalkan manusia dengan menjelaskan fungsinya di dunia ini. Manusia diciptakan di dunia ini adalah:
(1)  Untuk menyembah kepada-Nya berdasarkan Firman Allah Q.S. Adz Dzaariyaat: 56

TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA, DAN FUNGSI LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN

Manusia merupakan hewan yang paling unik dan paling sempurna yang melata di muka bumi, perbedaan manusia dengan makhluk lain itu sangat tamnpak. Manusia memilik

PEMIKIRAN FILSAFAT TAUHID MODERN TAQI MISBAH YAZDI

Taqi Mizbah Yazdi dalam diskurusus keilmuannya berusaha memadukan antara kekuatan nalar dan tes-tes suci (Alquran), kedua hal ini dipadukan baik dalam kerangka epistemik, ontologis, maupun aksiologis sehingga terasa dalam elaborasi keilmuannya sangat kontras

TAQI MISBAH YAZDI

Muhammad Taqi Misbah Yazdi, disamping aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan, pendidikan dan sosial, ia tidak lupa menyisihkan waktunya untuk meulis terkait dengan tema Filsafat Islam, Pendangan Dunia Islam, Irfan, Etika, Fiqih Siyasah,

RIWAYAT HIDUP TAQI MISBAH YAZDI

Muhammad Taqi Misbah Yazdi adalah salah seorang pemikir islam yang lahir di kota Yazd Iran pada tahun 1313 H, tepat pada tahun 1914 M. Pendidikan dasar Muhammad Taqi Misbah diselesaikan di kota tersebut pada tahun 1947 lalu kemudian hijrah ke Najaf guna melanjutkan studi keislamannya, setahun disana ia kemudian hijrah ke Qum akibat problem finansial.[1]

TAQI MISBAH YAZDI

Seorang pemikir bermunculan kepermukaan untuk menjawab berbagai macam kompleksitas persoalan (baik itu sosial, spiritual, budaya, ekonomi, dll). Mereka yang mencuat adalah para kontestan yang memiliki konsistensi dan kompetensi yang tidak disangsikan

BIOGRAFI SAYYID HOSSEIN NASR

Sayyid Hossein Nasr adalah seorang filosof, filosof ilmu pengetahuan, teolog, sufistik dan tradisionalis berkembangsaan Iran. Ia juga merupakan penulis dan salah satu pemuka yang paling menonjol di Barat mengenai pemahaman Islam

PEMIKIRAN ISLAM SAYYID HOSSEIN NASR

Sayyid Hossein Nasr merupakan sosok pemikir Islam dan ulama yang kharismatik. Serta memiliki kepedulian dan daya kritis yang tinggi terhadap umat Islam. Ada beberapa pemikiran maupun ide pembaharuan[1] yang dilontarkan oleh Sayyid Hossein Nasr dalam melihat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam.

SAYYID HOSSEIN NASR

Ada keinginan untuk kembai pada nilai eksistensi semakin mendesak bagi manusia Barat. Hal ini dikarenakan, dunia ilusi yang mereka ciptakan untuk melupakan dimensi transenden kehidupan mereka yang hilang, mulai menunjukan watak yang sesungguhnya. Sehingga segala respon yang terjadi bersumber dari

PEMIKIRAN RENE GUENON

René Guénon sejak umur 18 tahun ia sudah mulai mempelajari agama-agama Timur, khususnya Hinduisme, Taoisme dan Islam. Tahun 1906, ia pergi ke Paris, di sana ia masuk ke sekolah Free School of Hermetic Scienses yang didirikan oleh Gerard Encausse, seorang tokoh freemason dan pendiri masyarakat teosofi di Perancis.[1]

BIOGRAFI RENE GUENON

René Guénon (Syeikh Abdul Wahid Yahya) adalah seorang pelajar Perancis terkenal, penulis, filsuf dan mistik. Beliau lahir pada 15 November 1886 dari sebuah keluarga kaya di Perancis dan di besarkan dalam keluarga Katolik. Ayahnya adalah seorang insinyur yang

RENE GUENON (1886-1951 M) DAN PARA MISTIKUS BARAT YANG MASUK ISLAM

René Guénon (15 Nov 1886 – 7 Jan 1951) adalah seorang penulis Perancis dan tokoh intelektual yang berpengaruh dalam domain metafisika, telah menulis berbagai topik mulai dari metafisika, mistik[1], dan penelitian tradisional terhadap simbol-simbol keagamaan.[2] Ia dikenal dalam dunia Islam dengan nama Syaikh Wahid Abd al-Yahya.[3]

PEMIKIRAN NURCHALISH MADJID

I.    Modernisasi
Modernisasi merupakan derivasi makna dari kata “modern” yang berarti terbaru, mutakhir, atau sikap dan cara berpikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan zaman.[1] Sehingga “modernisasi” berarti proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan masa kini.[2]

KARYA-KARYA NURCHALISH MADJID

Adapun karya-karyaNurcholish Madjid berupa buku, sebagai berikut:
1.     Islam Kemodernan dan Keindonesian (344 halaman. Bandung: Mizan, 1992).
2.     Islam Doktrin dan Peradaban: Sebuah Kritis Tentang Masalah Keimanan Kemanusian dan Kemodernan (626 halaman).

BIOGRAFI NURCHALISH MADJID

Nurcholish Madjid yang akrab disapa dengan panggilan Cak Nur lahir di Majoagung Jombang, 17 Maret 1939 M/26 Muharram 1358 H. Ia dalam keluarganya termasuk orang tang taat beragama. Ayahnya bernama Abdul Madjid seorang pembela MASYUMI yang gigih. Pada awalnya Nurcholish disekolahkan pada Madrasah Aliyah milik keluarganya. Selain itu, ia juga masuk pada sekolah (RS) yang terletak di kampung halamannya. Setelah itu ia dimasukkan ke Pesantren Darul ‘Ulum Rejoso Jombang, namun hanya bertahan selama dua tahun.

NURCHALISH MADJID

Gerakan modernisme pemikiran Islam di Indonesia, awalnya merupakan kelanjutan dari “gerakan Pemurnian” (revivanisme) seperti yang dipimpin oleh Syekh Muhammad Djamin (1860-1947), Abdul Karim Abdullah (1879-1945).[1]

Pemikiran Murtadha Muthahhari tentang Sinergitas antara Spiritual, Teologi dan Filsafat.

Spiritual (yang selanjutnya disebut ‘irfan) adalah kecenderungan dalam menguak rahasia dan mengenal pengetahuan-pengetahuan bathiniah melalui keyakinan terhadap wilayah dan ajaran-ajaran Ahlul Bayt. Pengertian dan ciri-ciri seperti ini secara umum

KARYA-KARYA ILMIAH MURTADHA MUTHAHHARI

Pemikiran-pemikiran Muthahhari tampaknya menonjolkan wawasan tentang masa depan bagi pembinaan peradaban Islam, sekaligus kesadaran kuat dan concern mendalam, akan kebutuhan-kebutuhan kaum muslimin dan cara mencapainya. Hasil pikiran-pikirannya  bersifat strategis. Pikirannya hampir mencakup seluruh bidang pemikiran yang relevan dengan kebutuhan umat Islam. Pada peringkat filosofis dan jangka panjang mengarah pada perumusan pandangan dunia (world view atau weltanschauung) Islami. Salah satu metode yang tepat untuk memahaminya, ialah dengan membaca karya-karyanya, yang sebagian besar telah di terjemahkan kedalam bahasa Arab dan Indonesia. Selanjutnya akan dikemukakan lampiran karya-karya Muthahhari antaran lain;

RIWAYAT HIDUP MURTADHA MUTHAHHARI

Ayatullah Murtadha Muthahhari, dilahirkan pada 2 Februari 1920/1338 di Fariman, dekat Masyhad, pusat belajar dan ziarah kaum Muslim Syiah yang besar di Iran Timur. Ayahnya, Muhammad Husein Muthahhari, adalah ulama cukup terkemuka.[1] Sejak menjadi

MURTADHA MUTHAHHARI

Tuhan menciptakan manusia sebangsa binatang, di mana manusia memiliki banyak persamaan dengan binatang lainnya. Namun pada saat yang sama manusia memiliki banyak ciri yang membedakan dirinya dengan binatang lainnya,[1] salah satu di antaranya yaitu

KARYA-KARYA MUHAMMAD ABID AL-JABIRI

Al-Jâbirî adalah seorang ilmuwan yang kreatif, inovatif dan produktif. Secara berkala, menerbitkan karya-karyanya dengan mengusung tema yang lebih besar dan berskala regional. Jika awalnya karya-karya al-Jâbirî masih bersifat lokal, terbatas untuk konsumsi terbatas di negaranya, dengan mengangkat tema-tema aktual yang muncul di sekitarnya, akan tetapi

PEMIKIRAN MUHAMMAD ABID AL-JABIRI

 Agar lebih memudahkan fokus kepada pemikiran al-Jâbirî, makalah ini akan mengeksplorasi pemikiran al-Jâbirî  melalui karya trilogi magnum opus-nya (Takwin al-‘Aql al-‘Arabi, Bunyah al-‘Aql al-‘Arabi, dan al-‘Aql al-Siyasi al-‘Arabi), yang tergabung dalam Naqd al-‘Aql al-‘Arabi. Ditambah beberapa tulisan maupun artikel yang mendukung.

BIOGRAFI MUHAMMAD ABID AL-JABIRI

Nama lengkapnya adalah Muhammad ‘Âbid al-Jâbirî, lahir di kota Fejîj (Fekik),[1] Maroko Tenggara pada tahun 1935. Ia adalah anak satu-satunya dari hasil pernikahan antara Muham-mad dan al-Wâzinah. Dari keluarga ibunya, ia adalah keturunan dari Sayyid Abd al-Jabbâr al-Fajîjî, seorang ulama besar yang memiliki beberapa karya dan manuskripnya masih tersimpan di perpustakaan pribadi salah seorang

MUHAMMAD ABID AL-JABIRI

Renaisans abad pertengahan di Eropa memberikan dampak yang besar terhadap arus pemikiran manusia sesudahnya. Pasca peristiwa tersebut, weltanschauung (baca: pandangan dunia) masyarakat Barat ketika itu berubah terbalik seratus delapan puluh derajat. Perubahan itu ditandai dengan kemenangan “akal” atas dominasi “gereja” yang secara otomatis

PEMIKIRAN MOHAMMED ARKOUN TENTANG NALAR ISLAM

Sebagai seorang pemikir post-modern, Arkoun adalah pengkritik tradisi kemapanan, tradisi objektivisme, dan positivisme yang menurutnya tidak hanya merasuki ilmu pengetahuan Islam, namun juga Barat dan orientalis Barat. Arkoun berargumen bahwa paradigma orientalis benar-benar menyokong konsepsi ortodoks tentang “Nalar Islam”[1] dengan

KARYA-KARYA MOHAMMED ARKOUN

Sebagai ilmuwan yang produktif, Arkoun telah menulis banyak buku dan artikel di sejumlah jurnal terkemuka seperti Arabica (Leiden/Paris), Studia Islamica (Paris), Islamo-Christiana (Vatican), Diogene (Paris), Maghreb-Machreq (Paris), Ulumul Qur’an (Jakarta), di beberapa buku dan ensiklopedi. Arkoun juga menerbitkan beberapa kumpulan makalah

BIOGRAFI MOHAMMED ARKOUN

Mohammed Arkoun lahir pada tanggal 2 Januari 1928[1] dalam keluarga biasa di perkampungan Berber yang berada di sebuah desa di kaki-gunung Taorirt-Mimoun, Kabilia, sebelah timur Aljir, Aljazair. Keluarganya berada pada strata fisik dan sosial yang rendah

MOHAMMED ARKOUN

Mohammed Arkoun menyatakan bahwa kenyataan Islam yang dialami masyarakat muslim dewasa ini telah dikuasai oleh nalar Islami yang memiliki karakter logosentris. Ada beberapa ciri yang menunjukkan adanya kenyataan itu.

PEMIKIRAN MEHDI HA'IRI YAZDI TENTANG ILMU HUDHURI

1.     Pengertian Ilmu Hudhuri
Kajian mengenai pengetahuan manusia merupakan salah satu pembahasan epistemologi, pertanyaan mendasar yang bersifat praepistemik yaitu mengenai hubungan antara pengetahuan dengan pemilik pengetahuan. Secara ringkas, yang menarik perhatian penyelidikan filosofis adalah alasan mengapa dan bagaimana subjek yang mengetahui

KARYA-KARYA MEHDI HA'IRI YAZDI

            Mehdi Ha’iri Yazdi adalah salah satu tokoh yang langka dalam ranah kajian filsafat Islam berbicara tentang filsafat dan pemikiran Barat. Karena ia mempelajari dan mengenal pemikiran Barat dari tangan pertama. Ia bisa dipandang sebagai orang pertama yang setelah dididik sejak masa kecilnya dalam ilmu-ilmu keislaman tradisional dan kemudian dalam

PEMIKIRAN MEHDI HA’IRI YAZDI TENTANG ILMU HUDHURI

Pendiri Mazhab Pencerahan (isyraq) Suhrawardi mendasarkan epistemologinya pada pembedaan antara pengetahuan melalui konsep atau konseptualisasi (ilmu hushuli) dan pengetahuan melalui kehadiran (ilmu hudhuri). Mehdi Ha’iri Yazdi mengawali juga dengan

BIORAFI MEHDI HA'IRI YAZDI

Mehdi Ha’iri Yazdi dilahirkan pada tahun 1923 dalam salah satu keluarga ulama paling terkemuka di Qum. Ayahnya bernama Ayatullah Syaikh Abdul Karim Ha’iri Yazdi, seorang ulama mazhab Syiah yang paling masyhur dan berpengaruh di masanya dan merupakan marja’-i taqlid mayoritas kaum Syiah.[1]

KONSEPSI KIRI HASAN HANAFI

Kemelut yang terjadi di zaman dimana Hassan Hanafi hidup (entah itu sosial, politik, budaya, agama dan lain-lain) menggiringnya untuk merancang suatu gerakan taktis yang diyakini dapat menjadi solusi alternatif terhadap problem-problem tersebut. Kiri Islam merupakan

KARYA-KARYA HASAN HANAFI


Karya Hassan Hanafi dapat melahirkan sebuah kesan tentang proses keaktifannya dalam menanggapi perubahan-perubahan serta perkembangan-perkembangan yang terjadi di zamannya yang

RIWAYAT HIDUP HASAN HANAFI


Hassan Hanafi lahir dari rahim keluarga musisi di Kairo pada tanggal 13 Februari 1935.[1] Persis disaat Mesir dilanda pergolakan dan banyak pertentangan akibat adanya dua kutub kelompok yang

HASAN HANAFI


Dialektika pemikiran yang berimbas pada pertentangan (tarik menarik) gerakan-gerakan sosial telah mewarnai dinamika kesejarahan, entah timur atau pun barat. Kenyataan ini telah terus

PEMIKIRAN FRITJHOF SCHUON


1.     Filsafat perennial (Sophia Perennis).
Schuon mengakui bahwa ada satu realitas yang absolut, transenden, dan tidak dapat dicapai melalui panca indera. Ia berada di balik ruang dan waktu. Namun, dapat diketahui dengan intelek

BIOGRAFI FRITJHOF SCHUON


Untuk mengenang, merefleksikan dan menyebarluaskan gagasan Schoun, sangat bijak apabila kita menelusuri kembali jejak langkah pemikiran dan kehidupannya. Schuon lahir di Basel, Swiss pada 18 Juni 1907. Ayahnya keturunan Jerman. Sedangkan

FRITJHOF SCHUON


Alam bersifat sinambung, pikiran yang baru dikatakan baru untuk membedakannya dengan yang lama, dan justru karena alam pikiran yang baru terikat kepada alam pikiran yang baru

PEMIKIRAN 'A'LA AL MAUDUDI

Al-Maududi adalah seorang figur ulama yang kharismatik, pemikir dan pembicara yang ulung serta penulis yang amat produktif dalam kancah pemikiran modern Islam. namun[1] perannya dalam dimensi

BIOGRAFI ABUL 'A'LA AL MAUDUDI


Sayyid Abul ‘A’la al Maududi adalah seorang idiolog, politisi Islam terkemuka, ulama dan pemikir Islam kontemporer yang paling berpengaruh dan sangat produktif menulis. Ia dilahirkan pada

AL-MAUDUDI

PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sistem kekhalifahan telah berakhir ditahun 1924, dunia Islam mulai ramai membicarakan konsep negara Islam. Selama masa penjajahan Barat atas dunia Islam, kaum Muslimin tidak sempat dan

CORAK PEMIKIRAN ALI SYARIATI


Memahami pemikiran Ali Syariati terkait dengan berbagai macam hal dan diskursus keilmuan, tentu bukan merupakan hal yang mudah, mengingat posisinya yang begitu getol dalam

MUQADDIMAH


Pandangan para Peneliti.
Al-Ashcariyyah adalah salah satu aliran teologi Islam yang memiliki banyak tokoh dan ilmuan dalam khazanah intelektual Islam yang pada dekade ini banyak mendapat perhatian intens dari para

MUQADDIMAH


Penghargaan

Secara jujur penulis akui bahwa, penelitian ini hanya dapat terselesaikan  berkat kerjasama, dorongan dan bantuan dari banyak pihak. Karena itu, penulis patut menguraikan rasa terimakasih dan

MUQADDIMAH


Dalam khazanah hisrorisitas Islam ditemukan bahwa aspek teologi atau akidah merupakan bagian terpenting dalam ajaran Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Akidah lebih awal ditekankan daripada syari’at, karena akidah merupakan ajaran yang menjadi prioritas utama sejak dekade Makkah sedangkan syari’at baru ditekankan di Madinah.  

PENGANTAR

Isu yang paling  krusial dalam sejarah pemikiran Islam adalah menentukan relasi yang ideal antara wahyu (revelation) dan akal (reason) dan  bagaimana seharusnya memposisikan akal dan wahyu dalam memahami dan mengeksekusi  ajaran dan pesan ilahi dalam

Karya-Karya Ali Syariati

Salah satu bukti kehebatan Syariati ialah karya-karya orisinil yang dihasilkan selama hidupnya, dan berikut ialah karya-karyanya yang penulis maksudkan :

Riwayat Hidup Ali Syariati


Ali Syariati adalah anak pertama dari Muhammad Taqi dan Zahra, ia lahir di daerah Mazinan yang terletak di pinggiran kota Mashad Iran pada tanggal 24 November 1933, bertepatan dengan

Ali Syariati

Kehidupan dunia yang begitu kompleks, menggiring beberapa tokoh pemikir (baik Barat maupun Timur) untuk tampil memberikan konstribusi paradigma berdasrakan alur kajian dan disiplin keilmuan

TEMA-TEMA SENTRAL DALAM TEOLOGI AL-ASY'ARIYYAH

Konsep al-kasb


Manusia atau dalam bahasa Arab al-nās atau al-insān menurut ajaran Islam adalah makhluk terbaik ciptaan Allah.([1]) la merupakan makhluk termulia dibandingkan makhluk atau wujud lain yang terdapat di jagat raya ini. Allah menganugerahkan

TEMA-TEMA SENTRAL DALAM TEOLOGI AL-ASY'ARIYYAH

Konsep Keadilan Allah


Masalah keadilan Allah juga menjadi pembahasan yang banyak mendapat perhatian umat Islam. Kata "keadilan" berasal dari bahasa Arab: العدل , yaitu bentuk mas}dar dari  عدل, يعدل عدلا . Persoalan keadilan Allah muncul karena Muktazilah

TEMA-TEMA SENTRAL DALAM TEOLOGI AL-ASY'ARIYYAH

Ira>dah dan qudrah Allah S.w.t

Dalam teologi Islam, terdapat dua pandangan mengenai kekuasaan dan kehendak Allah. Pertama, bahwa kekuasaan dan kehendak Allah pada hakikatnya tidak lagi bersifat mutlak

TEMA-TEMA SENTRAL DALAM TEOLOGI AL-ASY'ARIYYAH

Kalam Allah


Kalam Allah atau al-Qur’ān memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. Salah satu di antaranya adalah bahwa ia merupakan kitab yang keautentikannya dijamin oleh Allah S.w.t, dan ia adalah kitab yang selalu terpelihara.  Allah S.w.t berfirman:

TEMA-TEMA SENTRAL DALAM TEOLOGI AL-ASY'ARIYYAH

Konsep al-Asmā’ wa al- s}ifāt


Persoalan sifat-sifat Allah, merupakan masalah yang banyak dibicarakan oleh ahli teologi Islam. Berkaitan dengan itu berkembang dua teori yaitu: teori is}ba>t al-S}ifa>t dan Nafy al-S}ifa>t.

TEMA-TEMA SENTRAL DALAM TEOLOGI AL-ASY'ARIYYAH

Hakikat kewujudan Allah S.w.t


Untuk membuktikan wujud Allah, ada empat argumen yang sering dikemukakan oleh ulama kalam([1]) yaitu:

TEMA-TEMA SENTRAL DALAM TEOLOGI AL-ASY'ARIYYAH

Ilmu Kalam dan akidah Islam, sentiasa dikaitkan dengan rukun iman yang menjadi asas seluruh ajaran Islam. Kedudukannya sangat sentral dan fundamental, karena ia menjadi asas dan titik tolak kegiatan seorang muslim. Akidah Islam bermula dari sebuah prinsip keyakinan bahwa Allah adalah

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

Metodologi Pemikiran al-Ghazali[1]

Suatu hal yang penting dikemukakan ketika mengawali pembicaraan menyangkut kontribusi al-Ghazali dalam mengembangkan metodologi Asy’ariyyah  adalah bahwa era

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

Metodologi Pemikiran al-Juwayni[1]


Setelah zaman al-Ba>qila>ni berlalu, datanglah zaman al-Juwayni. Pada zaman ini metodologi al-Asy’ariyyah dikemas

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

Metodologi Pemikiran al-Ba>qilla>ni[1]


Seperti dimaklumi, bahwa Imam Al-Asy’ari dan tokoh-tokoh Asy’ariyyah priode awal telah meninggalkan warisan metodologi. Keberadaan metodologi itu berlangsung dan dimanfaatkan oleh

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

Perkembangan Pemikiran al-Asy’ariyyah


Dalam pembahasan ini penulis menampilkan metodologi pemikiran daripada ketiga-tiga tokoh penting dalam aliran al-Asy’ariyyah,  mereka adalah;   Imam al-Ba>qila>ni, Imam

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

Al- Al-Asy’ari dan metodologi moderat.


Banyak dari kalangan pengkaji mengatakan bahwa metodologi Al-Asy’ari adalah metodologi moderat diantara metodologi aliran-aliran yang ada dan berkembang masa itu.[1] Faktor pendorong atas moderasi metodologi Al-Asy’ari adalah kondisi aliran-aliran yang ada di masa itu selalu konflik antara satu aliran dengan yang lainnya dan oleh Al-Asy’ari menganggapnya sebagai suatu masalah yang sangat berbahaya.

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

Dualisme metodologi  Al-Asy’ari.


Beberapa pengkaji teologi menilai bahwa, oleh karena Imam Al-Asy’ari tidak mampu bertahan pada metodologi Salaf, olehnya itu ia beralih kepada metodologi baru yang berbeda dengan

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

Dasar pijakan (sumber) metodologi Al-Asy’ari.


Seperti yang telah dikemukakan dalam pembahasan sejarah pertumbuhan dan perkembangan aliran al-Asy’ariyyah, bahwa sebelum munculnya aliran ini, kancah pemikiran teologi saat itu

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

Metodologi Pemikiran  Abu  al-Hasan Al-Asy’ari
 

Suatu hal yang penting dan mesti dikemukakan disini bahwa, sesuatu aliran yang telah melintas dalam sejarah, pasti ia tak mampu bertahan tanpa mengalami perubahan atau  pengembangan yang signifikan dalam dirinya. Sebagai  sebuah aliran yang telah

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

Dialektika dalam Pemikiran al-Asy’ariyyah


Di kalangan ahli kalam, masalah dialektik merupakan masalah esensial dalam metodologi pemikiran  mereka. Mereka selalu sibuk mengumpulkan pendapat-pendapat lawan, berikut dengan

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

 Pertumbuhan Aliran al-Asy’ariyyah


Ilmuan dan tokoh-tokoh aliran al-Asy’ariyyah, menurut al-Nasysya>r, adalah ilmuan yang telah berjaya mengekspresikan substansi Filsafat Islam yang sebenarnya. Sebab hanya merekalah

AL-ASY'ARIYYAH : KEMUNCULAN PERTUMBUHAN DAN METODOLOGI PEMIKIRAN .

  Kondisi Objektif Sekitar Kemunculan al-Asy’ariyyah 

Al-Asy’ari merupakan salah seorang pemikir yang muncul pada masa Islam mecapai puncak kemajuan dari segi dialektika pemikiran. Dia termasuk salah seorang mutakallim besar yang pernah dimiliki dunia Islam. Kebesaran tokoh ini terbukti dari mayoritas umat Islam di dunia, termasuk di Indonesia

SUMBER-SUMBER PENDIDIKAN ISLAM


Rasionalisme

Kaum rasionalis menggunakan metode deduktif dalam menyusun pengetahuannya. Premis yang dipakai dalam penalarannya didapatkan dari ide yang menurut anggapannya jelas dan dapat diterima. Prinsip itu sendiri ada jauh sebelum manusia berusaha memikirkannya, fungsi pemikiran manusia hanyalah mengenali prinsip tersebut yang kemudian menjadi pengetahuannya. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ide bagi kaum rasionalis dalah bersifat apriori. Dalam hal ini, maka pemikiran rasional cenderung bersifat subjectif dan solipistik atau hanya benar dalam kerangka pemikiran tertentu yang berbeda dalam benak orang yang berfikir tersebut.

BENTUK PENDIDIKAN ISLAM DI FILIFINA

Sistem Pendidikan di Filipina


Gaya pendidikan di Filipina pada masa kolonial sangatlah kental dengan muatan politis dan kepentingan ideology Negara kapitalis. Pada awalnya peninggalan tertulis Filipina dimulai sekitar abad ke-8 berdasarkan temuan lempeng tembaga di dekat Manila. Dari tulisan pada lempeng itu diketahui bahwa Filipina berada

BENTUK PENDIDIKAN ISLAM DI FILIFINA

Bentuk Pendidikan di Filipina


Bentuk pendidikan Filipina pada masa pra-kemerdekaan ditandai dengan masa peralihan kekuasaan dari penjajah Amerika ke pemerintah Kristen Filipina di Utara. Menggabugkan system pendidikan sebagai kekuatan dalam memacu percepatan ekonomi kapitalis, diberlakukanlah hukum-hukum tanah warisan

Sejarah Pendidikan Islam di Iran


Shah Reza Pahlevi mendirikan Bank Nasional dan berbagai sekolah negeri lalu mencanangkan program wajib belajar. Univeritas Teheran didirikan , para perempuan pun dapat mendaftar kuliah meski sebelumnya telah dilarang. Dipuncak pemerintahan Pahlevi tiba-tiba meletus perang dunia ke dua. Iran menyatakan Negara netral. Namun Rusia menyerang Iran sebagai jalur komunikasi dan transportasi yang aman untuk menyerang Jerman, akhirnya Iran mengalami penderitaan yang berat maka Iran menegosiasi

PENGENALAN AWAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

  Perkembangan Filsafat pendidikan Islam

                 Sejarah menunjukkan bahwa kini Filsafat tidak lagi membawa pemikiran pada subyek besar sebagaimana masa lalu. Kemajuan ilmu pengetahuan  dan terutama ilmu pengetahuan alam telah

PENGENALAN AWAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

Ruang Lingkup Filsafat Islam

                 Filsafat pendidikan Islam mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, karena di dalamnya penuh dengan segi-segi atau pihak-pihak yang terlibat langsung ataupun tidak langsung, di antara ruang

PENGENALAN AWAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

  Pengertian Filsafat pendidikan Islam

                 Konotasi orang bila mendengar kata filsafat, maka segera akan menunjuk sesuatu yang bersifat prinsip atau dasar. Bahkan selain itu banyak dikaitkan dengan suatu pandangan hidup yang mengandung nilai-nilai dasar tertentu, seperti filsafat pancasila dan filsafat Islam.

PENGEMBANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM ARGUMENTASI DAN METODENYA

Tujuan Pendidikan dalam Islam

First World Conference on Muslim Education yang diadakan di Makkah pada tahun 1977 merumuskan sebagai berikut : “Tujuan daripada pendidikan (Islam) adalah menciptakan

PENGEMBANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM ARGUMENTASI DAN METODENYA

Metode Pengembangan Filsafat Pendidikan Islam

Sebagai suatu metode, pengembangan filsafat pendidikan Islam biasanya memerlukan empat hal sebagai berikut :

PENGEMBANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM ARGUMENTASI DAN METODENYA

Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam

Prof. Mohammad Athiyah abrosyi dalam kajiannya tentang pendidikan Islam telah menyimpulkan 5 tujuan yang asasi bagi pendidikan Islam yang diuraikan dalam “ At Tarbiyah Al

PENGEMBANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM ARGUMENTASI DAN METODENYA

Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam

Penjelasan mengenai ruang lingkup ini mengandung indikasi bahwa filsafat pendidikan Islam telah diakui sebagai sebuah disiplin ilmu. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa

PENGEMBANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM ARGUMENTASI DAN METODENYA

Pengertian Filsafat Pendidikan Islam

Secara harfiah, kata filsafat berasal dari kata Philo yang berarti cinta, dan kata Sophos yang berarti ilmu atau hikmah. Dengan demikian, filsafat berarti cinta terhadap ilmu atau

PENGEMBANGAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM ARGUMENTASI DAN METODENYA

           Dikotomi keilmuan, itulah hal yang mengemuka dalam praktek pendidikan dewasa ini, ilmu agama dipandang memiliki kutub tersendiri yang secara ekstrim terpisah dengan ilmu umum. Sehingga wajar ketika Imam Samudra dalam bukunya Aku Melawan Teroris

PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI ILMU

Pendidikan Islam Sebagai Ilmu Dalam Kajian Epistemologi
Aktifitas Pendidikan Islam pada dasarnya merupakan upaya dalam mewujudkan spirit Islam, yaitu suatu upaya dalam merelesasikan semangat hidup yang dijiwai oleh nilai Islam. Spirit itu selanjutnya akan

PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI ILMU

Pendidikan Islam Sebagai Ilmu Dalam Kajian Ontologi
Pendidikan Islam sebagai ilmu dalam kajian Ontologi diawali dengan pembahasan tentang hakekat manusia, hal ini karena manusia pada dasarnya adalah mahluk Paedagogi yaitu mahluk Allah yang

Gambaran singkat al-Zarnuji


Pengarang kitab Ta’li>m al-Muta’llim T}ari>q al-Ta’allum ialah al-Zarnuji,   yang nama lengkapnya adalah Syekh Tajuddin Nu’man bin Ibrahim bin al-Khalil Zarnuji[1]. Ia dikenal dengan dua sebutan

Pemikiran Ibnu Taimiyah

Tidak heran kalau saat dewasa Ibnu Taimiyah menjadi seorang yang berpengaruh karena kesalehan dan kemampuan intelektualnya melebihi kebanyakan manusia. Ibnu Hajar Al-Asqalani menuturkan panjang lebar tentang ilmu Ibnu Taimiyah melalui tulisan Al-Hafid Al-Dzahabi, murid Ibnu

Pandangan Essensialisme, Eksistensialisme, Perennialisme, dan Pragmatisme.

Pendidikan Islam dengan pandangan essensialisme, eksistensialisme, perennialisme dan pragmatisme.

            Prinsip esensialisme menghendaki agar landasan pendidikan adalah nilai-nilai yang esensial dan bersifat menuntun. Esensialisme memberikan penekanan upaya kependidikan dalam hal pengujian ulang materi-materi kurikulum, memberikan pembedaan-pembedaan esensial dan non esensial dalam berbagai program sekolah dan memberikan kembali pengukuhan autoritas pendidik dalam suatu kelas di sekolah.

Pandangan Essensialisme, Eksistensialisme, Perennialisme, dan Pragmatisme.

 Perennialisme
Perennialisme diambil dari kata perennial, yang artinya kekal atau abadi . dari makna yang terkandung dalam kata itu, aliran perennialisme mengandung kepercayaan filsafat yang berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal abadi.

Pandangan Essensialisme, Eksistensialisme, Perennialisme, dan Pragmatisme.

Eksistensialisme

Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang fahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan

Pandangan Essensialisme, Eksistensialisme, Perennialisme, dan Pragmatisme.

Essensialisme
Esensialisme adalah pendidikan yang didasarkan kepada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia.essensialisme muncul pada zaman renaissance dengan cirri-ciri utama yang berbeda dengan progresivisme. perbedaan yang  utama adalah dalam memberikan dasar berpijak pada

Konsep Pendidikan Menurut K.H.Hasyim Asy’ari

Karya-karya Tulis K.H. Hasyim Asy’ari
            Nama lengkap KH. Hasyim Asy’ari adalah Muhammad Hasyim Asy’ari ibn ‘Abd al-Wahid ibn ‘Abd al-Halim–yang mempunyai gelar Pangeran Bona–ibn Abd al-Rahman–yang dikenal dengan Jaka

Konsep Pendidikan Menurut K.H.Hasyim Asy’ari

Penelusuran terhadap perkembangan konsep pendidikan K.H.Hasyim Asy’ari seiring dengan peradaban dan kemajuan Islam dalam sejarahnya yang cukup panjang akan menghadapi problematika sendiri ketika tidak mengapresiasi teori-teori dan eksperimen-eksperimen pendidikan Islam.

Konsep Pendidikan M. Rasyid Ridha

  Riwayat Hidup Rasyid Ridha

Nama lengkap Muhammad Rasyid Rida adalah al-Sayyid Muhammad Rasyid Rida ibn Ali Rida ibn Muhammad Syamsuddin ibn al-Sayyid Baharuddin ibn al-Sayyid Munla Ali Khalifah al-Baghdadi. beliau dilahirkan di Qalmun, suatu kampung sekitar 4 Km dari Tripoli, Libanon,

Konsep Pendidikan Al Qobisi

Prinsip-prinsip Pendidikan
Prinsip yang coba ditawarkan al-Qabisi dalam persoalan pendidikan, lebih menyangkut pada persoalan asasi sebuah institusi pendidikan agama. Dalam konteks ini, ada beberapa prinsip yang coba diaplikasikan al-Qabisi. Pertama, mengenai larangan belajar di luar agama.

Konsep Pendidikan Al Qobisi

Konsep Pendidikan Al – Qabisi
Kita berpijak pada pendapat seorang ahli berasal dari maghribi adalah abu hasan Al qabisi (w.403/1012M). dia menghimpun pada sebuah buku yang berorientasi pendidikan dengan metode khusus yang berkembang pada masanya.

Konsep Pendidikan Al Qobisi

 Karya Al Qabisi
Al Qabisi merupakan seorang ulama yang produktif dalam mengarang kitab - kitab. la menghasilkan 15 karya dalam bidang fiqh maupun hadist, diantaranya Al Mumahid Fi Al Fiqh dan Al I'tiqadat, sedangkan karyanya dalam bidang pendidikan berjudul :