Laman

PERLUNYA ISLAMISASI PENGETAHUAN

Tidak diragukan lagi secara factual bahwa krisis multidimensi dalam kehidupan bangsa-bangsa tidak terkecuali umat Islam adalah akibat dari kerancuan system pendidikan dan paradigma pengetahuan yang

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PEDAGOGIK

Salah satu karakteristik pendidikan Islam ialah paradigmanya yang tidak hanya memandang manusia sebagai objek pendidikan tapi juga sebagai pelaku pendidikan. Dengan kata lain kita dapat mengatakan

PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM YANG HUMANISTIK

Tujuan pendidikasn Islam adalah untuk memanusiakan manusia. Hal ini didasari pada kesadaran adanya kecenderungan kebaikan dan potensi yang ada dalam diri manusia yang dalam bahasa agama disebut

TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam, menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.[1] Memahami ajaran Islam secara

DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM

Dasar Sosial
Pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. John Dewey menyatakan, bahwa pendidikan sebagai salah satu keperluan mendasar, fungsi sosial, sebagai bimbingan,

DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM

Dasar Psikologis
Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu fungsi pendidikan adalah pemindahan nilai-nilai, ilmu dan keterampilan dari generasi tua ke generasi muda untuk melanjutkan dan memelihara identitas masyarakat

DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM

Dasar filosofis
Falsafah pendidikan merupakan titik permulaan dalam proses pendidikan, juga menjadi tulang punggung kemana bagian-bagian yang lain dalam pendidikan itu bergantung dari segi tujuan-tujuan

DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM

Sunnah Rasulullah
Setelah Al-Qur’an, pendidikan Islam menjadikan Sunnah Rasulullah SAW sebagai dasar dan sumber kurikulumnya. Secara harfiah, Sunnah berarti jalan, metode dan program. Sedangkan secara istilah, sunah

DASAR-DASAR PENDIDIKAN ISLAM

Al-Qur’an
Berbicara tentang dasar ilmu pendidikan Islam berarti juga berbicara tentang kitab suci Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Karena semua aspek kehidupan yang terkandung di dalam ajaran Islam berasaskan

MUQADDIMAH

Dunia Islam dan dunia Barat memiliki pandangan berbeda mengenai pendidikan. Dunia barat sering dicirikan dengan karakternya yang khas seperti rasionalisme, empirisme, humanisme, kapitalisme,

MENGEKSPLORASI KEUNGGULAN PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH KEBINGUNGAN DUNIA PENDIDIKAN

ABSTRAK
Pendidikan merupakan salah satu unsur yang sangat penting terhadap pembentukan karakter dan pembangunan  peradaban suatu bangsa. Setidaknya ada tiga faktor pembentukan sebuah peradaban yaitu;

Penutup

Setelah memaparkan potret riil tentang era globalisasi dengan berbagai isu yang melingkupinya dan perlunya umat Islam mendisain metod dan strategi dakwah yang harus menjadi

Moderasi Islam Dan Kesuksesan Gerakan Dakwah

  Dakwah dan Rasionalisasi Ajaran Islam
Ciri ketiga adalah keberpihakan gerakan dakwah terhadap konsep rasionalisasi ajaran. Konsep rasionalisasi Ajaran berbeza dengan konsep substansialisasi ajaran. Substansialisasi-seperti yang

Moderasi Islam Dan Kesuksesan Gerakan Dakwah:

 Dakwah dan Kontekstualisasi Ajaran Islam
            Ciri khas yang kedua yang mesti diperhatikan oleh gerakan dakwah  adalah pengakuan dirinya atas teori kontekstualisasi Ajaran Islam. Inti dari teori ini adalah upaya melacak unsur-unsur

Moderasi Islam Dan Kesuksesan Gerakan Dakwah:

Dakwah dan Substansialisasi Ajaran Islam
            Karakteristik pertama yang harus diperhatikan oleh misi dan gerakan dakwah adalah pengakuannya terhadap adanya rahsia dan tujuan-tujuan luhur yang bergerak di balik ajaran-ajaran

Moderasi Islam Dan Kesuksesan Gerakan Dakwah:

Karakteristik Moderasi Islam
Setelah kita menggarisbahwahi wacana dan fenomena moderasi  secara seksama, maka untuk membangun dan memperkokoh bangunan moderasi Islam yang sudah terbangun, nampaknya kita

Moderasi Islam Dan Kesuksesan Gerakan Dakwah:

Saddu Al-Dzaraai, Istihsan : Sebuah Ikhtiar Membangun Fiqhi Dakwah
Kalau kita menggunakan standar atau ukuran “fleksibiliti” dalam rangka mendeteksi kekuatan wacana atau fenomena moderasi dalam Islam, maka konsep Istihsan dan Saddu al-Dzariah

Moderasi Islam Dan Kesuksesan Gerakan Dakwah:

Dakwah Dan Fiqh Moderat
Perangkat yang tidak kalah pentingnya dalam memajukan dan menumbuh-kembangkan misi dakwah sekaligus menjadi icon besar bagi moderasi yang dimaksud adalah fiqh al-Taysir.

Moderasi Islam Dan Kesuksesan Gerakan Dakwah:

Moderasi Islam dalam Al-Quran
Pada beberapa ayat al-Quran, Allah swt. Memberi petunjuk pelaksanaan bagi penterjemahan moderasi Islam, yang paling menonjol adalah fleksibiliti al-Quran melalui pengakuaannya terhadap

Moderasi Islam Dan Kesuksesan Gerakan Dakwah:

Potret Moderasi Islam
Sejatinya adalah perubahan zaman akan mempengaruhi perubahan sosial atau perlakuan masyarakat terhadap institusi zaman dengan berbagai kerumitan atau problematika kehidupan yang

Mempertimbangkan Kerumitan Gerakan Dakwah Di Era Globalisasi

Untuk menguji kesuksesan sebuah gerakan atau misi dakwah, maka unsur zaman merupakan isu penting yang menarik dibicarakan. Kita dapat mengatakan bahawa kejayaan atau kesuksesan

Potret Era Globalisasi

Era globalisasi sering digambarkan sebagai sebuah babak sejarah dimana setiap negara beserta individunya harus mampu bersaing satu sama lain sama ada antar negara mahupun antar

Muqaddimah

Islam adalah agama universal. Karakter universaliti Islam digambarkan dan dilukiskan dalam banyak ayat al-Quran. Ia dihadirkan untuk memberi inspirasi (hidayah) bagi semua manusia yang

MAINSTREAMING MODERASI ISLAM DALAM GERAKAN DAKWAH DALAM ERA GLOBALISASI

ABSTRAK
Umat Islam diperintahkan untuk menyampaikan pesan-pesan Islam yang terkandung dalam al-Quran. Perintah ilahi ini kemudian dipopulerkan dengan istilah kewajipan berdakwah. Berdakwah dalam

Kesimpulan

Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa:

Relevansinya dalam kehidupan kontemporari.

Seperti sedia maklum bahawa Imam Abu Hasan al-Asy’ari adalah tokoh yang memiliki tempat tersendiri dikalangan kaum Sunni, kerana melalui  ulama kharismatik itulah ahli Sunnah Wal jama’ah lahir sebagai aliran teologi keagamaan.

Teologi Moderat.

Di antara para pengkaji banyak yang berkesimpulan  bahawa teologi al-Asy’ari adalah teologi ‘moderat diantara aliran-aliran yang ada dan berkembang masa itu.[1] Faktor pendorong atas moderasi teologi Asy’ari adalah

Al-Asy’ari antara Salaf dan Muktazilah.

Beberapa pengkaji teologi menilai bahawa, oleh sebab Imam al-Asy’ari tidak mampu bertahan pada metod salaf yang dikembangkan oleh Ahmad bin Hanbal, menyebabkan  ianya  beralih kepada metod baru yang berbeza dengan

Trend Pemikiran al-Ashcari.


Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahawa sebelum kemunculan aliran ini, trend teologi saat itu dikuasai oleh dua mainstream pemikiran yang berseteru dalam memahami akidah Islam. Dua mainstream yang dimaksud adalah aliran Muktazilah dan aliran Hanabilah. Muktazilah adalah sebuah aliran yang menjunjung tinggi akal dalam

Ahli Sunah Waljamaah

Sesungguhnya Abu al-Hasan al-Ashcari tidak bermaksud menubuhkan aliran tersendiri yang terlepas daripada aliran yang telah ada sebelumnya, sebab maklumat sejarah juga menyatakan bahwa ketika al-Ashcari, di dalam masjid Basrah, menyampaikan orasi peralihannya dari fahaman Muktazilah, beliau telah menrencanakan fahaman yang dianut oleh Imam

Sekilas Tentang Abu Hasan al-Asy’ari

Abu Hasan al-Ashcari  adalah seorang pemikir yang muncul pada masa Islam mecapai puncak kemajuan pemikiran. Dia termasuk mutakallim terbesar yang pernah dimiliki dunia Islam. Kebesaran tokoh ini terbukti dari mayoritas umat Islam di dunia, termasuk di Brunei, Indonesia dan Malaysia, adalah penganut faham al-Ashcariyyah

Relevansinya Dalam Kehidupan Kontemporari .

Muqaddimah

Ahli sunnah waljama’ah persfektif teologi, adalah sebuah aliran pemikiran dalam khazanah intelektual Islam  yang dibangun pertama kali oleh Abu al-Hasan Ali ibn Ismail al-Ashari (260-324 H.)([1]) selama sebelas abad dalam

AHLI SUNNAH WALJAMA’AH DALAM PERSPEKTIF ABU HASAN ASY’ARI

AHLI SUNNAH WALJAMA’AH
DALAM  PERSPEKTIF ABU HASAN ASY’ARI:
Relevansinya Dalam Kehidupan Kontemporari[1].