Senin, 10 Desember 2012

Mempertimbangkan Kerumitan Gerakan Dakwah Di Era Globalisasi

Untuk menguji kesuksesan sebuah gerakan atau misi dakwah, maka unsur zaman merupakan isu penting yang menarik dibicarakan. Kita dapat mengatakan bahawa kejayaan atau kesuksesan
dakwah sangat tergantung pada kemampuan seorang dai atau gerakan dakwah memahami konstruk zaman dengan berbagai karakater dan problematikanya. Pada konteks ini, dapat dikatakan bahawa kejayaan dakwa di masa lalu disebabkan oleh adanya gerakan dakwah telah berjaya memahami karakter zamannya. Yang pasti adalah kondisi dan karakter zaman awal Islam sangat jauh berbeza dengan zaman sekarang yang kemudian disebut dengan era global. Era sekarang adalah era revolusi informasi dan komunikasi, era kemajuan sains dan tekhnologi.
Tantangan dakwah yang amat kompleks dewasa ini dapat dilihat dari minimal dari tiga perspektif, yaitu:
Pertama, perspektif prilaku (behaviouristic perspective). Salah satu tujuan dakwah adalah terjadinya perubahan prilaku (behaviour change) pada masyarakat yang menjadi obyek dakwah kepada situasi yang lebih baik. Tampaknya, sikap dan prilaku (behaviour) masyarakat dewasa ini hampir dapat dipastikan lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya.
Kedua, tantangan dakwah dalam perspektif transmisi (transmissional perspective). Dakwah dapat diertikan sebagai proses penyampaian atau transmisi ajaran agama Islam dari da’i sebagai sumber kepada masyarakat dakwah sebagai penerima. Ketika ajaran agama ditrasmisikan kepada masyarakat yang menjadi obyek, maka peranan media sangat menentukan. Ziauddin Sardar mengemukakan bahawa abad informasi ternyata telah menghasilkan sejumlah besar problem. Menurutnya, bagi dunia Islam, revolusi informasi menghadirkan cabaran  khusus yang harus diatasi, agar umat Islam dapat memanfaatkannya untuk mencapai tujuan dakwah[1].
Ketiga, cabaran dakwah perspektif interaksi. Ketika dakwah dilihat sebagai bentuk komunikasi yang khas (komunikasi Islami), maka dengan sendirinya interaksi sosial akan terjadi, dan di dalamnya terbentuk norma-norma tertentu sesuai pesan-pesan dakwah. Yang menjadi cabaran dakwah dewasa ini, adalah bahawa pada saat yang sama masyarakat yang menjadi obyek dakwah pasti berinteraksi dengan pihak-pihak lain atau masyarakat sekitarnya yang belum tentu membawa pesan yang baik, bahkan mungkin sebaliknya.


[1] Sardar, Ziauddin, Information and The Muslim World: A Strategy for The Twenty-First Century, diterjemahkan oleh Priyono dengan judul Tantangan Dunia Islam Abad 21 Menjangkau Informasi. Cet. VII; Bandung: Mizan, 1996, h. 16-17.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENULIS BUKU KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA

H. HAMZAH HARUN AL-RASYID. Lahir 30 juli 1962. Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) ini memperoleh gelar: • Sarjana Muda (BA) 1987,...