Laman

TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam, menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.[1] Memahami ajaran Islam secara
universal adalah merupakan tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan itu sendiri, dan tujuan ini adalah manifestasi dari kehendak Allah yang memang dari awal penciptaan manusia dibekali dengan berbagai potensi atau fitrah terutama pada fitrah ketuhanan.
Dari pengertian pendidikan Islam di atas fungsi pendidikan Islam dapat berarti memelihara dan mengembangkan fitrah dan sumber daya manusia menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insan kamil) yakni manusia berkualitas sesuai dengan pandangan Islam. Ditinjau dari segi antropologi budaya dan sosiologi, fungsi pendidikan yang pertama ialah menumbuhkan wawasan yang tepat mengenai manusia dan alam sekitarnya, sehingga dengan demikian dimungkinkan tumbuhnya kemampuan membaca (analisis), kreativitas dalam memajukan hidup dan kedidupannya dan membangun lingkungannya.
Dari kajian antropologi dan sosiologi di atas, dapat kita ketahui adanya tiga fungsi pendidikan; 1). Mengembangkan wawasan subjek didik mengenai dirinya dan alam sekitarnya, sehingga dengannya akan timbul kemampuan membaca (analisis) dan kemampuan  mengembangkan kreatifitas dan produktifitas. 2).   Melestarikan nilai-nilai insani yang akan menuntun jalan kehidupannya sehingga keberadaannya, baik secara individu maupun sosial, lebih bermakna. 3). Membuka pintu ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan kemajuan hidup individu maupun sosial.
Dengan mengembalikan kajian antropologi dan sosiologi ke dalam perspektif al-Qur’an dapat disimpulkan bahwa fungsi pendidikan Islam ialah: pertama, mengembangkan wawasan yang tepat dan benar  mengenai jati diri manusia, alam sekitarnya dan mengenai  kebesaran ilahi, sehingga tumbuh kemampuan membaca (analisis) fenomena alam dan kehidupan serta memahami hukum-hukum yang terkandung di dalamnya. Dengan kemampuan ini akan menumbuhkan kreatifitas dan produktifitas sebagai implementasi identifikasi diri pada tuhan “pencipta”.Kedua Membebaskan manusia dari segala anasir yang dapat merendahkan martabat manusia (fitrah manusia), baik yang datang dari dalam dirinya sendiri maupun yang datang dari luar. Ketiga,  Mengembangkan ilmu pengetahuan bagi meningkatkan dan memartabatkan kehidupan individu maupun sosial.


[1] Ahmad D. Marimbah, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam (Cet. VIII;Bandung, PT. Al Ma’arif) h. 23

Tidak ada komentar:

Posting Komentar