Laman

KLASIFIKASI DAN HIRARKI ILMU PENGETAHUAN

HAKIKAT DAN SUMBER PENGETAHUAN


Pengetahuan berkembang dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Dia memikirkan hal-hal baru, karena dia hidup bukan sekedar untuk kelangsungan hidup, namun lebih dari itu.manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna kepada kehidupan, manusia” memanusiakan diri dalam hidupnaya” dan masih banyak lagi pernyataan semacam ini, semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu dalam hidupnya yang lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya.
Manusia mengembangkan pengetahuan bukan hanya untuk kelangsungan hidup tetapi lebih  dari itu manusia menginginkan suatu perubahan yang lebih baik , lebih layak dan lebih terhormat . bisa menjalankan Dn menerapkan makna dari kebenaran dan keadilan. Sebagai cotoh , manusia mengembangkan kebudayaan, maka manusia itu secara tidak langsung memberi makna kehidupan manusia” memanusiakan diri dalam hidupnya “.
Manusia mampu mangembangkan pengetahuan karena dua hal pertama manusia mempunyai bahasa yang dapat mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatar belakangi informasi tersebut. Tanpa bahasa manusia tidakk akan mudah memahami dan mendapatkan pengatahuan, karena beberapa jalan yang paling mudah memahami pengetahuan adalah lewat bahasa.namun tidak menutup kemungkinan mendapatkan pengetahuan melalui isyarat atau melihat dari pengalaman. Kedua jika bahasa mempengaruhi perkembangan pengetahuan maka pengetahuan itu tidak akan berkembang jika tidak dikembangkan dengan kamampuan berpikir. Secra garis besar dapat disimpulkan “ bahwa bahasa mempengarui perkembanga pengetahuan pada penyebaran dari subyek ke subyek dan pikiran mempengarui perkembangan pengetahuan dari pengetahuan yang sederhana( belum sempurna ) menjadi sempurna dan yang sempurna bisa menjadi sederhana karena berkembangnya pengetahuan.
a.     Hakekat Pengetahuan
Pengetahuan pada dasarnya adalah keadaan mental atau dengan kata lain keadaan suatu subyek yang menggambarkan suatu obyek, mengetahui sesuatu adalah menyusun  pendapat tentang suatu obyek, atau menyusun gambar yang ada diluar akal. Maksudnya adalah gambar itu benar-benar ada dan bukan adanya gambar itu karena pemikiran akal.
Ada dua teori yang digunakan untuk mengetahui hakekat Pengetahuan:
1.     Realisme, teori ini mempunyai pandangan realistis terhadap alam. Pengetahuan adalah gambaran yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata.
Para penganut realisme mengakui bahwa seseorang bisa salah lihat pada benda-benda atau dia melihat terpengaruh oleh keadaan sekelilingnya. Menurut Prof. Dr. Rasjidi, penganut agama perlu sekali mempelajari realisme dengan alasan:
1.     Dengan menjelaskan kesulitan-kesulitan yang terdapat dalam pikiran. Kesulitan tersebut adalah pendapat yang mengatakan bahwa tiap-tiap kejadian dapat diketahui hanya benar segi subjektif.
2.     Dengan jalan memberi pertimbangan-pertimbangan yang positif, menurut Rasjidi, umumnya orang beranggapan bahwa tiap-tiap benda mempunyai satu sebab. Contohnya apa yang menyebabkan ahmad sakit.
2.     Idealisme, teori ini menerangkan bahwa pengetahuan dalah proses-proses mental/psikologis yang bersifat subjektif. Pengetahuan merupakan gambaran subjektif tentang sesuatu yang ada dalam alam menurut
pendapat atau penglihatan orang yang mengalami dan mengetahuinya. Premis pokok adalah jiwa yang  mempunyai kedudukan utama dalam alam semesta. Sebenarnya realisme dan idealisme mempunyai kelemahan-kelemahan tertentu.
Paham idealism menegaskan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan yang benar-benar aesuai dengan kenyataan adalah mustahil. Pengetahuan adlah proses-proses mental atau proses-proses psikologis yang bersifat subyektif. Pengetahuan itu terdiri dari masing-masing subyeknya terhadap fakta yang ada. Pengetahuan tidak meggambarkan hakikat kebenaran tetapi kebenaran ( pengetahuan ) hanyalah gambar menurut pendapat atau penglihatan dan kemampuan orang yang mengetahui  (subyektif ). Sebab idealism tidak mengingkari adanya meteri , namun materi adalah suatu gagasan yang tidak jelas dan bukan hakikat.

b.     Sumber Pengetahuan
Semua mengakui memiliki pengetahuan. Persoalannya pengetahuan itu dimana diperoleh atau lewat apa pengetahuan didapat. Bagaimana caranya untuk mendapatkan pengetahuan  atau darimana sumbar pengetahuan, dan pengatahuan apa yang kita peroleh? Dalam hal ini ada beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan.
a.     Empirisme
Empiris berasal dari bahasa Yunani empeirikos, artinya pengalaman. Menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya, Dan pengalaman indrawinya. Sesuatu yang tidak dapat diamati dengan indera bukanlah pengetahuan yang benar, jadi pengalaman indera inilah sumber pengetahuan yang benar. Sumber pengetahuan adalah pengamatan. Pengamatan memberikan dua hal yaitu kesan-kesandan pengertian ( ide-ide) yang dimaksud dengan kesan-kesan adalah pengamatan  langsung yang dapat diterima dar pengalaman. Seperti rasa sakit ketika tangan terbakar. Dan ide-ide adalah gambaran tentangpengamatan yang samar-samar dihasilkan dengan merenungkan kembali kesan-kesan yang diterima dari pengalaman. Dan dapat disusun suatu pengetahuan yang berlaku secara umu lewat pengamatan terhadap gejala gejala fisik yang bersifat indifidual. Jadi dalam empiris , sumber utama untuk memperoleh pengetahuan adalah data empiris yang diperoleh panca indera. Akal tidak  berfungsi banyak . kelemahan paham empirisme:
Ø   Indera terbatas, benda yang jauh kelihatan kecil, apakah ia benar-banar kacil? Ternyata tidak .
Ø  Indera menipu, pada orang yang sakit orang tidak bias merasakan gula, gula terasa pahit, dan udara terasa dingin.
Ø  Obyek menipu, contohnya fatamorgana dan ilusi, jadi obyek itu tidak sebagaimana ia ditangkap oleh indera, ia membohongi indera.
Ø  Berasal dari indera dan obyek sekaigus dalam hal ini indera 9 mata ) tidak mampu elihat seekr kerbau secara keseluruhan , dan kerbau tidak bias memperlihatkan badannya secara keseluruhan.
b.  Rasionalisme
Aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar dari kepastian pengetahuan. Pengetahuan yang benar diperoleh dan diukur dengan akal. Manusia memperoleh pengetahuan melalui kegiatan menangkap objek. Akal selain bekerja karena ada bahan indera , juga akal dapat menghasilkan pengetahuan yang tidak berdasarkan bahan inderawi saja. Jadi akal menghasilkan pengetahuan tentang objek yang betul-betul abstrak.
Tetapi rasionalisme mempunyai kelamahan akan kebenaran dari suatu ide yang menurut seseorang adalah jelas dan dapat dipercaya tetapi menurut orang lain tidak . jadi masalah utamanya adalah tidak mampu menyelesaikan premis-premis yang sifatnya induktif. Yaitu sifat yang diluar sifat umum dari suatu obyek.
Namun hadirnya paham empirisme dan rasionalisme menghasilkan paham positivism (sain ) oleh august comte dan Immanuel kant. August comte beagumen bahwa indera itu amat penting dalam memperoleh ilmu pengetahuan , tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen. Kekeliruan indra dapat dikoreksi engan eksperimendan eksperimen itu memerlukan ukuran-ukuran yang jelas seperti panas diukur dengan alat ukur panas. Kita tidak hanya mengatakan panas sekali, panas, tidak panas, kita memerlukan alat ukur yang teliti. Dari sinilah kemajuan sain benar-benar dimulai. Kebenaran diperoleh dengan akal dangan didukung dengan bukti-bukti empiris yang terukur.
c.      Intuisi
Menurut Henry Bergson intuisi adalah hasil evolusi pemahaman yang tinggi. Kemampuan ini mirip dengan insting, tetapi berbeda dengan kesadaran dan kebebasan. Pengembangan kemampuan inimemerlukan suatu usaha.
Intuisi bersifat personal dan tidak bias diramalkan. Sebagai dasar untuk menysun pengetahuan secara teratur, intuisi tidsk diandlkan. Pengetahuan ini dapat dipergunakan seagai hipotesa bagi analisis selanjutnya dalam menentukan benar tidaknya pernyataan yag dikemukakan. Kegiatan intuisi dan analisis bisa saling membantu dalam menemukan kebenaran.
Kemampuan menerima pengetahuan secara langsuna itu diperoleh dengan cara latihan, yang dalam Islam disebut rhyyadhoh. Metode ini dipakai dalam toriqoh atau tasawuf. Adapun perbedaan antara intuisidalam filsafat barat dengan makrifat dalam islam adalahalau intuisi diperoleh lewat perenungan dan pemikiran yang konsisten, sedangkan dalam islammakrifat diperoleh lewat perenumgan dan penyiaran dari Tuhan. Pengetahuan ini dapadianggap sebagai sumber pengetahuan.
d.     Wahyu
Wahyu adalah pengetahuan yang disampaikan Allah kepada manusia lewat perantara para nabi. Pengetahuan dengan jalan ini merupakan kekhususan para nabi. Akal menyakinkan bahwa kebanaran meraka benar berasal dari Tuhan.  Kebenaran inlah yang menjadi titik tolak dalam agama dan lewat pengkajian selanjunya dapat meningkatan atau menurunkan kepercayaan itu. Sedangkan ilmu pengetahuan sebaliknya, yaitu mulai mengkaji dengan riset, pengalaman, dan percobaan untuk sampai sampai pada kebenaran yang faktul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar