Kamis, 09 Februari 2012

Ali Syariati

Kehidupan dunia yang begitu kompleks, menggiring beberapa tokoh pemikir (baik Barat maupun Timur) untuk tampil memberikan konstribusi paradigma berdasrakan alur kajian dan disiplin keilmuan
mereka masing-masing. Wacana sebagai efek dari perenungan-perenungan epistemik, tergulir kepermukaan menjadi sekumpulan diskursus, dan perbedaan cara pandang/kerangka keilmuan berujung pada pertentangan-pertentangan intelektual.
Ali Syariati sebagai salah satu tokoh pemikir Timur, turut ambil andil dalam pergumulan tersebut. Meski Ia banyak bersentuhan dengan pemikiran tokoh-tokoh Barat, namun Ia tetap konsisten mempertahankan kaidah-kaidah keilmuan Islam sebagai basis epistemologis, ontologis serta aksiologis dalam keilmuannya. Kenyataan ini kemudian dibuktikan dari keterlibatannya dalam memberikan countre hegemonik terhadap pemikiran-pemikiran Barat yang cenderung materialistis dan empiris, lalu menjadikan wacana Islam sebagai solusi alternatif.
Syariati terus bergoliat dalam perjuangan dan pertarungan, termasuk dalam mengusung perlwanan terhadap Syah Fahlevi di Iran pada saat itu, yang diyakini sebagai antek-antek Barat (khususnya Amerika Serikat), dan membantu ulama-ulama Islam Iran untuk mengadakan revolusi Islam. Kenyataan inilah yang mengantar Ali Syariati menjadi tokoh intelektual Islam kenamaan, yang pengaruhnya tidak hanya terbatas pada pelajar-pelajar Iran, melainkan menembus hingga keseantero dunia.
Berdasarkan pernyataan diatas, maka penulis mengambil sebuah tema sentrum dalam bahasan ini yaitu bagaimana biografi, karya dan corak pemikiran Ali Syariati?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENULIS BUKU KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA

H. HAMZAH HARUN AL-RASYID. Lahir 30 juli 1962. Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) ini memperoleh gelar: • Sarjana Muda (BA) 1987,...