Laman

RIWAYAT HIDUP HASAN HANAFI


Hassan Hanafi lahir dari rahim keluarga musisi di Kairo pada tanggal 13 Februari 1935.[1] Persis disaat Mesir dilanda pergolakan dan banyak pertentangan akibat adanya dua kutub kelompok yang saling berebut pengaruh. Pada sayap kiri terdapat partai komunis yang semakin kuat atas pengaruh Uni Soviet diseluruh dunia, dan disayap kanan diwarnai oleh kelompok Ikhwanul Muslimin yang didirikan oleh Hasan al-Banna dengan corak anti Barat.[2]
Rintisan karir Hassan dimulai dari pendidikan dasar tahun 1948, kemudian lanjut sekolah Madrasah Tsanawiyah Khalil Agha di Kairo hingga tamat tahun 1952. Selama di Madrasah, ia menampakkan gairah intelektualnya dengan cara aktif mengikuti diskusi-diskusi kelompok Ikhwanul Muslimin, sehingga wajar jika ia banyak tau tentang seluk beluk pemikiran dan pola gerakan kelompok ini. Disamping dari itu ia juga mempelajari pemikiran Sayyid Quthub khususnya yang bertemakan keadilan sosial dan keislaman.
Setelah selesai dari Tsanawiyah, Hanafi melanjutkan studinya di Departemen Filsafat Universitas Kairo dan selasi tahun 1956 dengan gelar sarjana muda, setelah itu terus ke Universitas Sorbone Prancis pada tahun 1966.[3] Studinya di Universitas tersebut diselesaikan dari Magister hingga Doktornya, tesis yang diajukan ialah Les Methodes d’Exegess: Essei sur La Science des Fondament de La Conprehension Ilmu Ushul Fiqh’ dan desertasi ‘L’Exegese de la Phenomenologie, L’etat actuel de la Methode Phenomenologie et son Application au Phenomene Religiux’.[4]
Selepas dari gemblengan pendidikan, ia kemudian memulai karir akademisnya, tahun 1976 diangkat sebagai Lektor, kemudian Lektor Kepala tahun 1978, Profesor Filsafat tahun 1980 pada jurusan filsafat di Universitas Kairo serta diamanahi jabatan sebagai ketua Jurusan Filsafat pada Unviersitas yang sama. Selain itu, Hasan Hanfi juga aktif memberi kuliah dibeberapa Negara, seperti Prancis dan berjalan pada tahun 1969, Belgia tahun 1970, Temple University Philadelpia AS tahun 1971-1975, Universitas Kuwait tahun 1979 dan Universitas Fes Maroko tahun 1982-1984.[5] Selanjutnya diangkat sebagai guru besar tamu di Universitas Tokyo tahun 1984-1985, juga di Persatuan Emirat Arab di tahun 1985, dan menjadi penasehat program di PBB Jepang tahun 1985-1987.
Semasa di Perancis, Hanafi mendalami berbagai disiplin ilmu, seperti logika, pembaharuan, sejarah filsafat dari Jean Gitton, Fenomenologi dari Husserl, mempelajari analisis kesadaran pada Paul Ricouer dan logika pembaharuan pada Massignon yang sekaligus bertindak sebagai pembimbing penulisan disertasinya. Selain dunia akademis, Hanafi juga banyak berkifrah di organisasi ilmiah dan kemasyarakatan, sebagian dari buktinya ialah jabatan yang dipangku sebagai sekretaris umum Persatuan Masyarakat Filsafat Mesir, anggota Ikatan Penulis Asia-Afrika, anggota Gerakan Solidaritas Asia-Afrika dan menjadi wakil Persatuan Masyarakat Filsafat Arab. Berkat keaktifannya dalam pergolakan wacana melalui berbagai media, Pemikiran hanafi jadi tersebar di dunia Arab dan Eropa. Keadaan ini kemudian berujung pada tahun 1981 ketika ia memprakarsai dan sekaligus sebagai pemimpin redaksi penerbitan jurnal ilmiah Al-Yasar al-Islam. Pemikirannya yang terpublikasi lewat jurnal tersebut sempat mendapat reaksi dari penguasa Mesir (Anwar Sadat) sehingga beliau diseret ke dalam Penjara.[6]


[1]John L. Esposito, The Oxford Encyklopedia of the Modern Islamic World (New York: Oxford University Press, 1995), 98.
[2]George Lenczowski, Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia, terj. Asgar Bixby, (Cet.I; Bandung: Sinar Baru, 1992) , h. 298.
[3] Hanafi, Al-Dîn wa al-Tsaurah fî Misra 1952-1981, (Cet. VII; Mesir : Maktabah Madbuli), h. 332.
[4]Lutfi Syaukani, ‘Oksidentalisme: Kajian Barat setelah Kritik Orientalisme’ dalam Ulumul Qur’an, (Vol. V, tahun 1994), h. 121.
[5]John L. Esposito, The Oxford Encyklopedia of the Modern Islamic World (New York: Oxford University Press, 1995), h.98. Keberangkatannya ke Amerika sebagai dosen tamu ini, sebenarnya, dikarenakan perselsihannya dengan Anwar Sadat yang memaksanya meninggalkan Mesir. Lihat pula Ridwan, Reformasi Intelektual Islam, (Yogyakarta: Ittaqa Press, 1998), h.16.
[6] HanafiAl-Yasar al-Islamî, Jurnal Islamika,  (edisi 1 Juli- September 1993), atau bisa juga dilihat pada bagian pendidikan dalam Kazuo Shimogaki, Kiri Islam  Antara Modernisme dan Postmodernisme Telaah Kritis Atas Pemikiran Hassan Hanafi, (Yogya : LKiS, 1994).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar