Laman

RENE GUENON (1886-1951 M) DAN PARA MISTIKUS BARAT YANG MASUK ISLAM

René Guénon (15 Nov 1886 – 7 Jan 1951) adalah seorang penulis Perancis dan tokoh intelektual yang berpengaruh dalam domain metafisika, telah menulis berbagai topik mulai dari metafisika, mistik[1], dan penelitian tradisional terhadap simbol-simbol keagamaan.[2] Ia dikenal dalam dunia Islam dengan nama Syaikh Wahid Abd al-Yahya.[3]

Dalam tulisan-tulisannya, ia mengusulkan untuk mengkaji secara langsung berbagai aspek doktrin metafisika Timur, doktrin-doktrin ini dianggapnya bersifat universal, dan perlu upaya pengkajian doktrin-doktrin ini supaya bias dipelajari para pembaca di Barat. Dia menulis banyak karya tulis dan telah diterbitkan di Perancis, bahkan telah diterjemahkan lebih dari dua puluh bahasa.[4]
Perkembangan metafisika, atau lebih tepatnya, kebangkitan kembali metafisika di Barat, semakin kentara dengan adanya upaya untuk bisa menghidupkan kembali Philosophia Perennis, yang dipimpin oleh Rene Goenon, seorang ahli metafisika abad dua puluh dari Perancis, yang kemudian masuk Islam dan kemudian menghabiskan bagian akhir hidupnya di Mesir.[5]  Peranan yang dimainkan oleh Goenon dalam kebangkitan metafisika dan filsafat perenial, tercermin dari munculnya beberapa ilmuwan dan metafisikawan terkenal yang mengaku sebagai murid Goenon. Misalnya, Frithjof Schuon, Titus Burckhardt, Martin Lings, Marco Pallis dan Seyyed Hossein Nasr. Sebagian besar adalah kaum intelektual dan ilmuwan yang telah tersadarkan dari nestapa kehidupan modern, lalu mencari dan mendapatkan hikmah dari Timur, yakni tradisi-tradisi religius yang agung, seperti Taoisme, Budhisme, dan Islam, khususnya Sufisme.[6]
Dalam pandangan Osman Bakar, bahwa yang pantas disebut kritik metafisik evolusi pertama muncul pada awal abad ke-19 dalam tulisan sekelompok kecil ahli metafisika dalam presentasi tentang doktrin tradisional Timur, tokoh sentral pertama yang paling bertanggung jawab untuk presentasi doktrin-doktrin ini secara penuh adalah Rene Guenon. Buku pertamanya tentang pengenalan umum telaah doktrin Hindu.[7]
Berdasarkan uraian tersebut, penulis akan menguraikan sekilas biografi, karya-karya dan pemikiran René Guénon.


[1]René Guénon telah bekerja dan mengkaji tentang aspek ilmu mistik telah dikumpulkan dalam sebuah buku, pertama diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul “Fundamental Symbols: the Universal Language of Sacred Science, kemudian dalam terjemahan lain, Symbols of Sacred Science, diterjemahkan oleh Henry D. Fohr, Sophia perennis, 2001. Ada dua edisi Perancis asli, keduanya di bawah judul Symboles fondamentaux de la Science sacrée , Editions Gallimard, Paris. Yang pertama berisi kata pengantar diikuti oleh catatan dan komentar oleh Michel Valsan, yang kedua tidak berisi catatan dan komentar.
[2]Studi Tradisional merupakan terjemahan dari the French Les Etudes Traditionnelles: judul jurnal artikel René Guénon's yang diditerbitkan.
[3]http://navisha.wordpress.com, Jean Marie Joseph René Guénon. Sumber tulisan “Mengapa Islam yang Kami Pilih, oleh Muhammad Haneef Shahid, diakses pada tanggal 28 Maret 2011.
[4]http://en.wikipedia.org, diakses pada tanggal 28 Maret 2011.
[5]Robin Waterfield, Rene Guenon and the Future of the West: the Life and Writings of a 20th—Century Metaphysician (London: Crucible, Great Britain, 1987).

[6]http://www.ditpertais.net, Membangun Kerangka Keilmuan IAIN; Perspektif Filosofis, Mulyadhi Kartanegara, diakses pada tanggal 28 Maret 2011.
[7]Osman Bakar, “Sifat dan Tingkatan Kritik Teori Evolusi”, dalam Osman Bakar (Ed), eds., Evolusi Ruhani; Kritik Perenialis atas Teori Darwin (Cet. I; Bandung: Mizan, 1996), h. 163.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar