Laman

TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA, DAN FUNGSI LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN

Manusia merupakan hewan yang paling unik dan paling sempurna yang melata di muka bumi, perbedaan manusia dengan makhluk lain itu sangat tamnpak. Manusia memilik
i akal, berbudi luhur dan dapat memilih dan memilah sesuatu yang ingin diperbuatnya.
Sebenarnya manusia telah mencurahkan perhatian dan usaha yang sangat besar untuk mengetahui dirinya termasuk proses pendidikannya, akan tetapi kita hanya mampu mengetahui dari aspek tertentu manusia.
Dari penjelasan singkat ini, agamawan memberikan komentar bahwa pengetahuan tentang manusia sedemikian sulit karena manusia merupakan satu-satunya makhluk yang dalam unsur penciptaannya terdapat ruh ilahi1 sedang manusia tidak diberi pengetahuan yang banyak tentang ruh seperti yang terdapat dalam surah Al-Isra’ ayat 85:
Artinya: “dan   mereka  bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu Termasuk
 urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".2

Jika kita perhatikan lebih mendalam sifat-sifat dan karakter manusia, khususnya bahwa manusia itu mempunyai bahasa yang teratur, mempunyai keahlian untuk berbicara, berfikir, memiliki kepekaan social, mempunyai apresiasi estetika dan rasa yang tingi serta mampu melakukan ritual ibadah kepada sang pencipta, maka wajarlah jika para filosofi agama (Yahudi, Kristen dan Islam) mendefinisakan manusia sebagai makhluk yang unik dari asal yang suci, bebas dan dapat memilih.3

Salah satu bagian manusia yang paling aneh adalah jiwa dan akalnya, maka jiwa dan akal inilah yang dapat dididik dan dikembangkan bahkan menjadi manusia yang sempurna.


1 Quraish Shihab, Wawasan al-Qur’an, edisi ke-16, (Jakarta: Mizan,  2005), h. 278.

2 Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Bandung; PT Syaamil Cipta Media, 2005),  hlm. 291.
3 M. Rasjidi, Persoalan-Persoalan Filsafat, edisi pertama, (Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1984), h. 54.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar