Laman

KARYA-KARYA ILMIAH MURTADHA MUTHAHHARI

Pemikiran-pemikiran Muthahhari tampaknya menonjolkan wawasan tentang masa depan bagi pembinaan peradaban Islam, sekaligus kesadaran kuat dan concern mendalam, akan kebutuhan-kebutuhan kaum muslimin dan cara mencapainya. Hasil pikiran-pikirannya  bersifat strategis. Pikirannya hampir mencakup seluruh bidang pemikiran yang relevan dengan kebutuhan umat Islam. Pada peringkat filosofis dan jangka panjang mengarah pada perumusan pandangan dunia (world view atau weltanschauung) Islami. Salah satu metode yang tepat untuk memahaminya, ialah dengan membaca karya-karyanya, yang sebagian besar telah di terjemahkan kedalam bahasa Arab dan Indonesia. Selanjutnya akan dikemukakan lampiran karya-karya Muthahhari antaran lain;

-        al-‘Adl al-Ilahiy (Qum, 1981). Dalam buku ini, Muthahhari melakukan eksplorasi atas tema penting dalam khazanah tentang ilmu-ilmu keIslaman, sekaligus mendemonstrasikan wawasan luasnya untuk membuktikan pernyataan bahwa keadilan merupakan sejenis “pandangan dunia” (world view). Dalam buku ini juga Muthahhari mengkaji keadilan ini berdasarkan pendekatan naqliah maupun aqliah dan menunjukkan betapa tema keadilan ini merupakan rahasia sumber sejati dalam pemikiran dunia Islam. Kemudian diterbitkan dalam bahasa Indonesia pada tahun 1992 dengan judul Keadilan Ilahi: Asas Pandangan-Dinia Islam.
-        Asyna’iba Ulum al-Islam t.p. (Pengantar Ilmu-ilmu Islam. 2003). Buku ini berisi telaah yang inklusif tentang pokok-pokok berbagai cabang ilmu-ilmu Islam, seperti; Ushul Fiqh, Hikmah Amaliah, Fiqh, Logika, Kalam, Irfan, dan Filsafat.
-        Khatemiat  t.p. (terjemahan Indonesia Kenabian Terakhir. 2001). Dalam buku ini Muthahhari membedah secara khas, analitis, kritis akurat, dan komprehensif membungkam keraguan bagi mereka yang meragukan posisi nabi Muhammad S.A.W di tengah segelintir nabi yang membawa risalah dan tugas khas serta ribuan nabi yang tak dikenal lainnya yang datang tanpa membawa risalah. Peran imam dan ulama’ sebagai pewaris nabi di dalam buku ini juga dibahas dan ditempatkan pada posisi benar.
-        al-Fitrah (Teheran, 1410H). Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Fitrah dan diterbitkan pada tahun 1998. Buku ini memaparkan dengan sangat jelas tentang pemahaman jati diri manusia. Dan bukan hanya itu, buku ini juga memberikan jawaban mendasar atas berbagai pertanyaan yang menyangkut keberagamaan, berikut sumber dari krisis kemanusiaan.
-        Nizamu al-Huquqi al-Mar’ah fi al-Islam (t.p) dalam terjemahan Inggris The  Rights of Women in Islam (Teheran 1981). Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Duduk Perkara Pologami dan diterbitkan pada tahun 2007. Dalam buku ini, Muthahhari menyajikan beberapa topik pembahasan seputar hak-hak wanita dalam Islam, di antaranya mengenai soal warisan, lamaran, mahar, nafkah, poligami, dan sebagainya dengan gayanya yang khas analitis, kritis, akurat, dan komprehensif. Tanpa tanggung-tanggung dengan lantang Muthahhari menunjukkan betapa syariat Islam betul-betul sesuai dengan kodrat dan martabat manusia, dan mengomentari betapa gagasan-gagasan Barat hanyalah propaganda, palsu, dan omong kosong belaka.
-        Mas’alah al-Hijab (Teheran 1407 H). Wanita dan Hijab, 2008. Pembahasan dalam buku ini berisikan tentang uraian Mutahhari tentang masalah hijab, yang mana secara keseluruhan buku ini membahas lima persoalan penting seputar hijab, yaitu: perintah mengenakan hijab, filsafat hijab, berbagai protes dan kritikan, dan batas-batas hijab dalam islam. Dalam buku ini Muthahhari mengulas dengan gayanya yang khas dan memaparkan dengan lengkap segala yang berkaitan dengan tema tersebut.
-        ­Ushulu al-Falsafah wa al-Madzhibi al-Waqi (Prinsip-prinsip Filsafat dan Mazhab Realisme t.p.). Buku yang ditulisnya sebagai pengantar pada uraian falsafi sayyid Thabathaba’i. Dalam buku ini Muthahhari menumbangkan mitos sains sebagai satu-satunya ukuran kebenaran, dia berhasil menujukkan keterbatasan pendekatan empiris dan menumbangkan kepalsuan materialisme.
The Goal of Life dalam terjemahan Indonesia Mengapa Kita Diciptakan 2003. The Glimpses on Nahj al-Balaghah t.p. dalam terjemahan Indonesia Tema-tema Pokok Nahj al-Balaqah 2003. Logic dalam terjemahan Indonesia Pengantar Logika 1996. Master and Mastership t.p dalam terjemahan Indonesia Kepemimpinan Islam 2003. Wilayah: The Stasion of the Master, al-Waliy  wa al-Wilayah, al-Nabiy al-Ummiy, The Nature of Imam Husein’s Movement, Haqiqah al-Nahdhal al-Husainiyah, Philosophy, Polarization Around The Character of Ali bin Abi Thalib dalam terjemahan Indonesia Karakter Agung Ali bin Abi Thalib 2002.[1] Selain dari beberapa judul tersebut di atas masih terdapat banyak judul di antara karya-karya Muthahhari yang tak sempat penulis uraikan satu peratu.
Di antara karya-karya Muthahhari yang paling banyak diminati, terutama oleh kalangan muda Islam, adalah Muqaddime Bar Jahan Bini–E Islam (Mukaddimah pandangan dunia Islam, t.p.), sebuah buku berisi kumpulan dari tujuh bahasannya mengenai pandangan dunia Islam tentang manusia, makna dan tujuan hidupnya, hubungannya dengan Allah Swt, dan alam semesta, peranannya dalam masyarakat dan sejarah.[2] Dari beberapa karya-karya Muthahhari tersebut dapatlah diperoleh gambaran bahwa Muthahhari adalah sosok seorang produktif yang tidak hanya aktif di lapangan dalam memperjuangkan idiologi khususnya idiologi yang berbasiskan Islam, akan tetapi dia juga adalah akademisi yang telah mencetak berbagai karya-karya Ilmiah yang bisa dijadikan pegangan dan panduan bagi generasi sezamannya dan generasi selanjutnya. Menurut Ayatullah Khamenei,
Salah satu poin terpenting dari karya-karya dan pemikiran Syahid Muthahhari adalah bahwa dia mengenali topik dan masalah yang dibutuhkan oleh masyarakat, lalu dengan teliti dan mendalam, dia menganalisis masalah-masalah tersebut serta mencari jawabannya. Pidato-pidato Syahid Muthahhari penuh dengan puluhan topik yang semuanya merupakan bagian dari topik-topik pemikiran yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan mengandung nilai-nilai yang sangat berharga.[3]

Berdasarkan dari pemaparan tersebut, maka dapat disimpulkan semua pemikiran dan karya-karya Muthahhari adalah satu hal yang sangat berharga yang seharusnya diketahui khususnya bagi generasi selanjutnya, karena itu adalah salah satu kunci pembuka gudang harta karun budaya Islam.


[1]Murtadha Muthahhari, The  Causes…, h. 12-14.
[2]Dewan Redaksi Ensiklopedia Islam, Ensiklopedia Islam, (Cet. III, Jilid. III; Jakarta: PT. Inchar Baru, 1994), h. 313.
[3]Ayatullah Khamenei, “Pandangan Tentang Syahid Murtadha MuthahhariALTANWIR Lintas Paradigma. Edisi Online; 25-06-2008 http: //www.altanwir.com. Diakses pada tanggal, 17-03-2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar